Debut Ibrahimovic Tak Selalu Manis di Liga Italia

Segala sesuatu tak selalu indah. Begitu juga dengan karir yang dimiliki oleh Zlatan Ibrahimovic. Ia akan melakoni debutnya dengan AC Milan ketika laga Liga Italia kontra Sampdoria tepatnya di Stadion San Siro, Senin (6/1) ini. Debut Ibrahimovic pada ajang Liga Italia ini pasalnya tak selalu indah.

Perjalanan Ibrahimovic di Liga Italia Tak Selalu Manis

Jika sang pelatih, Stefano Pioli memainkan Ibrahimovic di laga Milan vs Sampdoria malam nanti, maka pemain yang berasal dari Swedia tersebut untuk kali keempatnya menjalani debutnya di Liga Italia. Sebelumnya penyerang yang termasuk senior itu sudah tiga kali berlaga di Liga Italia bersama dnegan Juventus, Milan dan Inter Milan di Serie A.

Debut pemain bola 38 tahun tersebut bersama dengan Juventus di Liga Italia terjadi di tanggal 12 September 2004 ketika melawan Brescia di Stadion Mario Rigomonti. Ia masuk di awal babak kedua di mana dirinya menggantikan David Trezeguet. Ibrahimovic langsung saja mencetak golnya di laga debut tepatnya di menit ke-69.

Saat pindah ke Inter Milan di musim tahun 2006/2007, debut Ibrahimovic pada ajang Liga Italia terjadi ketika melawan klub Florentina tepatnya di Stadion Artemio Franchi di tanggal 9 September 2006. Ibrahimovic sendiri pasalnya dimainkan sebagai starter oleh sang pelatih, Roberto Mancini. Kemudian ia berhasil mencetak gol di menit ke-61. Debutnya di Liga Italia pada fase pertama bersama dengan AC Milan pasalnya tak berakhir dengan manis.

I Rossoneri secara mengejutkan bisa kalah dengan skor 0-2 dari tuan rumah Cesena di laga yang berlangsung di Stadion Dino Manuzzi pada tanggal 11 September 2010 silam.

Ibrahimovic yang mana saat itu dipinjam Milan dari Barcelona itu kemudian jadi starter melawan Cesena. Mantan pemain Manchester United ini bahkan juga sempat gagal mengeksekusi penalty di menit ke-86. Kekalahannya dari Cesena ini cukup mengejutkan dikarenakan Milan diperkuat oleh pemain seperti misalnya Andrea Pirlo, Ronaldinho, Alexandre Pato dan dirinya sendiri.

Milan kemudian memutuskan untuk merekrut Ibrahimovic dengan status bebas transfer sesudah tak memperpanjang kontraknya dengan Los Angeles Galaxy. Ia lalu dikontrak sampai dengan akhir musim ini dan Milan memilki opsi untuk memperpanjangnya sampai dengan akhir musim 2020/2021.

Milan sendiri sekarang masih terpuruk di posisi ke-12 klasemen sementara di Liga Italia. Mereka berhasil mengantongi 21 poin. Alessio Romagnoli dan juga kawan-kawannya tertinggal sampai dengan 21 poin dari Inter Milan pada puncak klasemen.

Resmi Kembali ke AC Milan

Memang Ibrahimovic resmi kembali lagi ke AC Milan sejak diumumkan secara resmi belum lama ini, Kamis (2/1). Ia dikontrak selama 6 bulan dan mulai memperkuat Milan pada paruh kedua Liga Italia. Ia juga akan mengenakan kostum dengan nomor punggung 21. Apabila dianggap tampil memuaskan, maka pemain Los Angeles Galaxy tersebut memiliki peluang yang sangat besar ditawari perpanjangan kontrak musim depan sesuai dengan kesepakatan awal.

“Saya selalu mengatakan bahwa ini adalah rumah saya dan akhirnya saya kembali. Saya telah memperkuat klub yang lain namun saya kembali dan itu yang terpenting,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia. “Akhirnya saya di sini, tunggu saya di San Siro, dan kita akan berjingkrak-jingkrak lagi,” imbuhnya.

Ibrahimovic sendiri pasalnya berpeluang melakoni debutnya dengan kostum Rossoneri ketika bersua dengan Sampdoria nanti malam. Kedayangannya kali ini menjadi periode keduanya berseragam Milan

.

Robert Maklumi Hariono Jadi Emosional

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengatakan bahwa ia menganggap normal bahwa Hariono amat sangat emosional menyampaikan salam perpisahannya setelah laga Persib vs PSM Makassar, Minggu (22/12) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, tersirat ungkapan isi hati pemain yang tak diperpanjang kontraknya oleh pihak manajemen klub.

Hariono Sangat Emosional Ungkapkan Salam Perpisahan

Dalam pernyataannya, Hariono pasalnya menyinggung pelatih yang tak ingin mempertahankannya di musim depan.

“Hariono sedang emosional saat berbicara di depan umum dan itu tak apa-apa, apapun dapat diekspresikan,” ungkap Robert.

Pelatih 5 tahun tersebut juga menyebutkan bahwa perpisahan dengan [emain yang jadi ikoon sebuah klub tak Cuma terjadi di Indonesia saja/ “Sama seperti di Chelsea saat (John) Terry atau pun (Frank) Lampard nestu bermain di klub yang lainnya setelah ia bermain di klub itu. Itu hal yang normal,” katanya lagi.

Pria yang berasal dari Belanda ini pasalnya juga menghargai keputusan Hariono dan juga teguh pada pendirian bahwasanya ada hal yang mana lebih besar untuk Persib yakni melakukan peremajaan pemain. “Kami harus meregenerasi tim, kontraknya usai dan ketika ia tak dapat perpanjangan kontrak, itu hal yang biasa di sepak bola professional. Pemain yang lainnya masih punya ikatan kontrak, jadi itu adalah kasus yang berbeda.”

Namun Robert pun mengapresiasi kinerja Hariono di pertandingan melawan PSM. Pemain 34 tahun tersebut pasalnya mengeksekusi bola dari titik putih setelah sebelum-sebelumya sempat bakal diambil oleh Febri Hariyadi.

“Dan ketika Febri akan maju sebagai eksekutor penalty, orang-orang kemudian meminta Hariono untuk maju karena ini adalah laga miliknya. Jadi kami sangat senang ia bisa mengerjakan tugasnya dengan penalty yang bagus,” ungkapnya lagi.

Robert juga menyebutkan bahwa momen perpisahan pemain dengan menciptakan gol sekaligus juga meraih kemenangan di suatu pertandingan penutup merupakan satu peristiwa yang amat sangat jarang terjadi. “Jangan lupakan juga saat pemain meninggalkan klub, ada sesuatu yang harus diingat dari aksi terbaiknya dan itu yang dilakukan oleh hariono hari ini,” tukas Robert.

Hariono: Biar Saya yang Mengalah

Dalam perpisahan Hariono dari Maung Bandung yang disampaikannya setelah laga pamungkas di Liga 1 2019 yang mana mempertemukan Persib Bandung melawan PSM Makassar, ia sangat amat emosional saat mengucapkan kata-kata penutupnya di hadapan puluhan ribu Bobotoh, jajaran pelath, staf tim Persib dan juga pemain Persib Bandung.

“Terima kasih pelatih, media officer, dan juga teman-teman pemain semuanya. Khusus Bobotoh yang sudah datang ke sini dan di luar sana, saya ucapkan banyak terima kasih dukungannya selama ini. Tanpa kalian, saya bukan lah apa-apa,” ungkapnya/

Pemain yang sudah melekat dengan nomor punggung 24 tersebut menyampaikan permohonan maafnya juga atas kesilapan selama 11 tahun dirinya memperkuat panji klub. “Yang kedua, saya atas nama pribadi dan keluarga memohon maaf atas segala kesalahan dan juga kekhilafan saya selama 11 tahun saya di sini Persib Bandung,” imbuhnya.

Dan sebelum ia menutup kata-kata perpisahannya, ia menyebutkan bahwa dirinya memiliki mimpi mengakhiri kariernya di Persib. Akan tetapi, pelatih Robert Rene Alberts nampaknya memilih menjalankan skemayang ingin dijalankannya musim depan.

“Dan yang terakhir jujur dari lubuk hati paling dalam, saya ingin pension di Persib. Tapi sekadang pelatih tidak menginginkan keberadaan saya di Persib Bandung…biarlah saya yang mengalah.” Tukas pemain 34 tahun itu.