Tak Terlalu diminati, Star Wars: The Rise of SkywalkerKalah dari Film Lokal China

apakah anda sudah nonton film terbaru dari Star Wars yaitu Star Wars: The Rise of Skywalker? Memang film ini bisa menguasai box office dan bioskop di beberapa negara. Akan tetapi film yang menjadi penutup saga Skywalker ini sayang sekali tidak begitu diminati oleh penonton di China. Bahkan, Star Wars: The Rise of Skywalkerdikalahkan oleh film local di China. Bisa dikatakan Star Wars: The Rise of Skywalkerkalah di pasar internasional paling besarnya, China.

Kalah dari Film Lokal di China

Diberitakan oleh CNN Indonesia, Star Wars: The Rise of Skywalkerkalah bersaing dengan film local Negeri Tirai Bambu yang sedang tayang juga yaitu Sheep Without A Shepherd dan Ip Man 4. Film Ip Man 4 sendiri menempati posisi pertama dan Sheep without A Shepherd menempati posisi kedua.

Film Ip Man 4 yang bercerita tentang legenda kung fu Yip Man itu masih belum kehilangan pamornya dengan berhasil menguasai pasar China sampai dengan 45% dan akhirnya meraih US$ 45 juta. Film Ip Man 4: The Finale ini mengisahkan perjalanan Yip Man yang mana diperankan lagi oleh Donnie Yen yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk membuka sekolah baru.

Bruce Lee yang diperankan oleh Danny Chan, muridnya, sudah mengecewakan komunitas seni bela diri di San Francisco dengan cara membuka sekolah Wing Chun. Ia mengajar seni bela diri di Amerika dan juga menulis buku tentang seni bela diri.

Kemudian film thriller local, Sheep without a Shepherd, yang menempati posisi kedua mampu mendulang keuntungan sebesar US$ 22.3 juta di akhir pekan lalu. Dengan pendapatan itu, film ini pasalnya berhasil menghasilkan US$77 juta. Hasil yang sangat fantastis.

Angka Pendapatan Jauh dari Penayangan di Negara Lainnya

Bisa dikatakan Star Wars: The Rise of Skywalkerdi China berada di posisi ketiga dengan pendapatan saat ini mencapai US$ 22 juta per Minggu (22/120 kemarin. Film ini juga menjadi angka pembukaan pekan terlemah dari keseluruhan saga tersebut di Negara Tirau Bambu itu.

Bisa dikatakan Star Wars: The Rise of Skywalkersudah lemah juga sejak awal debutnya di China. Menurut data yang dilansir dari CNN Indonesia, Star Wars: The Rise of Skywalkerdibuka hanya dengan US$ 12,1 juta saja. Angka tersebut memang tidak kecil, namun jika dibandingkan dengan perolehan film tersebut di negara lain, angka tersebut jauh.

Saat dirilis di pasar internasional, Star Wars: The Rise of Skywalkerdisambut dengan sangat meriah di Inggris Raya dengan pendapatan yang cukup bagus, US$ 26,8 juta. Kemudian di Jerman, film Star Wars: The Rise of Skywalkerini meraup US$ 21,8 juta. Sedangkan di Perancis, film ini bisa meraup pendapatan US$ 15, 2 juta. Bahkan di Jepang, film ini mampu mendapatkan US$ 14,6 juta.

Star Wars: The Rise of Skywalkersecara garis besarnya melanjutkan film serial Star Wars: The Last Jedi (2017). Resistance, dalam film ini masih juga berperang dengan First Order. Namun kondisi Resistance saat ini diceritakan sangat amat rentan setelah markas mereka hancur. Saat ini, First Order dipimpin oleh Kylo Ren yang diperankan oleh Adam Driver setelah membunuh Supreme Leader Snoke yang diperankan oleh Andy Serkis. Pasalnya ia sangat amat berambisi membuat First Order amat kuat sehingga bernafsu menyerang Resistance.