Robert Maklumi Hariono Jadi Emosional

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengatakan bahwa ia menganggap normal bahwa Hariono amat sangat emosional menyampaikan salam perpisahannya setelah laga Persib vs PSM Makassar, Minggu (22/12) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, tersirat ungkapan isi hati pemain yang tak diperpanjang kontraknya oleh pihak manajemen klub bandar togel online.

Hariono Sangat Emosional Ungkapkan Salam Perpisahan

Dalam pernyataannya, Hariono pasalnya menyinggung pelatih yang tak ingin mempertahankannya di musim depan.

“Hariono sedang emosional saat berbicara di depan umum dan itu tak apa-apa, apapun dapat diekspresikan,” ungkap Robert.

Pelatih 5 tahun tersebut juga menyebutkan bahwa perpisahan dengan [emain yang jadi ikoon sebuah klub tak Cuma terjadi di Indonesia saja/ “Sama seperti di Chelsea saat (John) Terry atau pun (Frank) Lampard nestu bermain di klub yang lainnya setelah ia bermain di klub itu. Itu hal yang normal,” katanya lagi.

Pria yang berasal dari Belanda ini pasalnya juga menghargai keputusan Hariono dan juga teguh pada pendirian bahwasanya ada hal yang mana lebih besar untuk Persib yakni melakukan peremajaan pemain. “Kami harus meregenerasi tim, kontraknya usai dan ketika ia tak dapat perpanjangan kontrak, itu hal yang biasa di sepak bola professional. Pemain yang lainnya masih punya ikatan kontrak, jadi itu adalah kasus yang berbeda.”

Namun Robert pun mengapresiasi kinerja Hariono di pertandingan melawan PSM. Pemain 34 tahun tersebut pasalnya mengeksekusi bola dari titik putih setelah sebelum-sebelumya sempat bakal diambil oleh Febri Hariyadi.

“Dan ketika Febri akan maju sebagai eksekutor penalty, orang-orang kemudian meminta Hariono untuk maju karena ini adalah laga miliknya. Jadi kami sangat senang ia bisa mengerjakan tugasnya dengan penalty yang bagus,” ungkapnya lagi.

Robert juga menyebutkan bahwa momen perpisahan pemain dengan menciptakan gol sekaligus juga meraih kemenangan di suatu pertandingan penutup merupakan satu peristiwa yang amat sangat jarang terjadi. “Jangan lupakan juga saat pemain meninggalkan klub, ada sesuatu yang harus diingat dari aksi terbaiknya dan itu yang dilakukan oleh hariono hari ini,” tukas Robert.

Hariono: Biar Saya yang Mengalah

Dalam perpisahan Hariono dari Maung Bandung yang disampaikannya setelah laga pamungkas di Liga 1 2019 yang mana mempertemukan Persib Bandung melawan PSM Makassar, ia sangat amat emosional saat mengucapkan kata-kata penutupnya di hadapan puluhan ribu Bobotoh, jajaran pelath, staf tim Persib dan juga pemain Persib Bandung.

“Terima kasih pelatih, media officer, dan juga teman-teman pemain semuanya. Khusus Bobotoh yang sudah datang ke sini dan di luar sana, saya ucapkan banyak terima kasih dukungannya selama ini. Tanpa kalian, saya bukan lah apa-apa,” ungkapnya/

Pemain yang sudah melekat dengan nomor punggung 24 tersebut menyampaikan permohonan maafnya juga atas kesilapan selama 11 tahun dirinya memperkuat panji klub. “Yang kedua, saya atas nama pribadi dan keluarga memohon maaf atas segala kesalahan dan juga kekhilafan saya selama 11 tahun saya di sini Persib Bandung,” imbuhnya.

Dan sebelum ia menutup kata-kata perpisahannya, ia menyebutkan bahwa dirinya memiliki mimpi mengakhiri kariernya di Persib. Akan tetapi, pelatih Robert Rene Alberts nampaknya memilih menjalankan skemayang ingin dijalankannya musim depan.

“Dan yang terakhir jujur dari lubuk hati paling dalam, saya ingin pension di Persib. Tapi sekadang pelatih tidak menginginkan keberadaan saya di Persib Bandung…biarlah saya yang mengalah.” Tukas pemain 34 tahun itu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *